Banyak obyek wisata yang sekaligus digunakan sebagai tempat beribadah umat Hindu, Kali ini saya akan memberikan informasi mengenai pura terbesar dan termegah di Bali yaitu Pura Besakih karangasem Bali yang terletak di  kabupaten Karangasem. Karangasem dikenal dengan daerah pegunungannya. Oleh karena itu masyarakat Bali mempercayai dan menjadikan Gunung sebagai tempat yang paling tepat untuk mengistanakan Tuhan. 

Pura Besakih merupakan sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura ini berada di ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Sehingga bisa dipastikan kawasan pura ini memiliki kesejukan yang sama dengan daerah puncak atau dataran tinggi lainnya. Selain anginnya yang sejuk, tempat ini memiliki daya tarik tersendiri seperti lingkungan yang nyaman, aman, bersih, tertata rapi. Juga masyarakat sekitar pura yang ramah dan bersahabat sebagaimana ciri khas masyarakat Bali pada umumnya. Tempat ini biasa didatangi oleh wisatwan lokal maupun mancanegara untuk mempelajari kehidupan keagamaan Hindu masyarakat Bali. Ada juga ingin mendapatkan kedamaiaan di hati mereka dengan melakukan yoga di tempat ini. Jadi jika datang ke Bali kalau belum mendatangi Pura ini maka serasa kurang lengkap karena belum merasakan aura magis pura ini. Disini juga terdapat pedagang cendramata yang dapat anda bawa sebagai oleh – oleh untuk keluarga anda.

Selain cendramata di kawasan Pura Besakih anda juga bisa menikmati makanan khas Bali. Juga tersedia akomodasi bagi anda jika ingin lebih lama berada di Besakih. Mahagiri Panoramic Resort & Restaurant yang berada di Jln. Surya Indah, Desa Rendang adalah salah satunya. Tentu anda membutuhkan jasa biro perjalanan. kami menyediakan sewa mobil  dan paket tour bali yang senantiasa melayani anda dengan sangat memuaskan selama anda berwisata ke Bali.

 

Pura Besakih

Arsitektur Bangunan Pura Besakih

Pura ini dijuluki sebagai ” Mother Temple “ di Bali karena merupakan pusat dari segala pura di Bali. Pura Besakih memiliki komplek pura yang terdiri dari 1 Pura Pusat ( Penataran Agung Besakih ) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Di areal Pura Basukian inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal munculnya Agama Hindu di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar. Terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di komplek Pura Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Tri Murti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur/Reinkarnasi. Pura Besakih masuk dalam daftar pengusulan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

Gunung Agung Bali

Untuk lebih jelasnya klik ⇒ Gunung Agung Bali

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan RendangKabupaten Karangasem, Bali, IndonesiaPura Besakih yang merupakan salah satu Pura terpenting di Bali, terletak di lereng gunung ini. Gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar. Dari puncak gunung Agung kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur, meskipun kedua gunung tertutup awan karena kedua puncak gunung tersebut berada di atas awan. Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat bersemayamnya para dewa, dan juga masyarakat mempercayai bahwa digunung ini terdapat istana dewata. Oleh karena itu, masyarakat bali menjadikan tempat ini sebagai tempat kramat yang disucikan.

Banyak wisatawan juga memilih wisata petualangan mendaki Gunung Agung di Bali selain memang karena memiliki jiwa pecinta alam, juga harus memiliki kondisi tubuh dan kesehatan prima. Gunung tertinggi di Bali ini memiliki ketinggian tinggi ± 3.044 meter dari permukaan laut, ketinggian awalnya 3.142 meter namun karena sebuah letusan dahsyat ketinggiannya menurun, sedangkan jika anda mendaki Gunung Agung hanya sampai pada puncak 2 saja, maka pendakian hanya mencapai 2.000 meter saja.

Trekking di Gunung Agung - Pura Besakih

Jika anda yang memiliki kemampuan mendaki, bisa memilih pendakian menuju puncak 1 atau hanya pada puncak 2 saja. Mendaki gunung memang akan memberikan pengalaman istimewa sepanjang liburan. mendaki Gunung Agung tidak hanya diminati oleh wisatawan asing, tetapi juga wisatawan domestik. Jika anda sudah mendaki gunung ini makan akan ada rasa bangga dan kagum akan keindahan alam yang diciptakan oleh tuhan, apalagi saat anda melihat sunrise atau sunset bila sudah dipuncak. Pasti anda setuju bukan ??? 

Harga Wisata Mendaki Gunung Agung Bali

  • Summit 1: Rp 1.200.000/orang di ketinggian 3.044 mdpl.
  • Summit 2: Rp 950.000/orang di ketinggian 2.000 mdpl

Syarat yang harus di ikuti saat mendaki :

  • Minimal reservasi 2 orang.
  • Termasuk; lampu penerangan (senter),  makan pagi, guide lokal.

Maka dari itu kami menyediakan sewa mobil bali yang akan mengantar anda dengan selamat sampai tujuan dan melayani dengan sangat memuaskan.

Oke kita kembali ke obyek wisata terkenal di Bali yaitu Pura Besakih !!!

Sejarah Pura Besakih

Dulu,  tempat sebelum dibangunnya Pura Besakih hanya terdapat kayu-kayuan dalam sebuah  hutan belantara.  Di suatu tempat di Jawa Timur yaitu di Gunung Rawang (Gunung Raung) ada seorang Yogi atau pertapa yang bernama Resi Markandeya.  Karena ketinggian ilmu bhatinnya, kesucian rohaninya, serta kecakapan dan kebijaksanaan beliau maka oleh rakyat, beliau diberi julukan Bhatara Giri Rawang. Kemudian beliau berangkat ke tanah Bali disertai pengikutnya yang berjumlah 8000 orang dengan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan. Sesampainya di tempat yang dituju, beliau memerintahkan pengikutnya agar mulai merambas hutan. Akan tetapi saat merabas hutan, banyak para pengiring Sang Yogi Markandeya yang sakit lalu meninggal. Ada juga yang mati dimakan binatang buas. Hal itu disebabkan karena perambahan hutan tidak didahului dengan upacara yadnya (bebanten / sesaji). 

Kemudian beliau  kembali ke Jawa untuk bertapa kembali. Lalu timbul niat kembali untuk melanjutkan merambas hutan tersebut. Pada suatu hari yang baik, beliau kembali berangkat ke tanah Bali. Kali ini beliau mengajak pengikutnya yang kedua berjumblah 4000 orang. Para Pandita dan para Rsi juga turut ikut dalam rombongan itu. Para pengikutnya membawa perlengkapan beserta alat-alat pertanian dan bibit tanaman untuk ditanam di tempat yang baru. Setelah tiba di tempat yang dituju, Rsi Markadeya segera melakukan tapa yoga semadi bersama-sama para yogi lainnya dan mempersembahkan upakara yadnya. Upacara yang dimaksud adalah Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya. Setelah upacara itu selesai, para pengikutnya disuruh bekerja melanjutkan perabasan hutan tersebut.  

PANCA DATU

Demikianlah pengikut Rsi Markandya yang berasal dari Desa Aga (penduduk lereng Gunung Rawung Jawa Timur) menetap di tempat itu sampai sekarang. Di tempat dimulainya perambasan hutan, Rsi Markandya menanam kendi (caratan) berisi air disertai 5 jenis logam yaitu emas, perak, tembaga, perunggu dan besi yang disebut Panca Datu serta permata Mirahadi (mirah yang utama) dengan disertai sarana upakara selengkapnya dan diperciki Tirta Pangentas (air suci).

Tempat menanam Panca Datu itu diberi nama Basuki yang artinya selamat. Kenapa demikian? Karena pada kedatangan Rsi Markandya yang kedua ini seluruhpengikutnya selamat tidak menemui hambatan atau bencana seperti yang dialami sebelumnya. Ditempat itu kemudian didirikan palinggih atau tempat suci. Dan lambat laun di tempat itu didirikan pura atau khayangan yang diberi nama Pura Basukian. Pura inilah yang menjadi cikal-bakal berdirinya pura –pura yang lain di komplek Pura Besakih. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pembangunan pura ditempat itu dimulai sejak Isaka 85 atau tahun 163 Masehi. Pembangunan kompleks pura di Pura Besakih sifatnya bertahap dan berkelanjutan disertai usaha pemugaran dan perbaikan yang dilakukan secara terus menerus dari masa ke masa.

Tiket Masuk Obyek Wisata

Untuk menuju obyek wisata Pura Besakih ada pungutan liar yang dilakukan pemuda dari desa sekitar pura. Di pintu masuk pura pengunjung sudah dikenakan biaya tiket masuk resmi sebesar Rp 15 ribu per orang dan Rp 5 ribu untuk kendaraan roda empat. Tapi, ketika melewati sebuah pos, pengunjung kembali dimintai sejumlah uang. Dalihnya sebagai uang kebersihan dan jasa pemandu. Biasanya turis asing dimintai biaya tambahan 50 dollar AS, sementara turis lokal dimintai uang sebesar 200.000 rupiah. Maka kami sarankan anda berkunjung ke Pura Besakih bersama pemandu wisata. Tiara Intan Bali Tours adalah mitra perjalanan yang paling tepat.

Di samping obyek Pura Besakih ada beberapa obyek yang bisa anda kunjungi pada waktu perjalanan menuruni jalan seperti Bukit Jambul, dan lain sebagainya.

Bagi kalian yang suka berekreasi dan ingin update sosmed kalian. Ayooo !! Datang ke Pura Besakih dan nikmati daya tarik yang ada disana. Kalian tidak ingin dibilang kudet kan ??? pastinya gak kan ??? 

Peta Lokasi Pura Besakih Karangasem – Bali 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *