Pura Ulun Danu Beratan… Pulau Dewata Bali merupakan pulau yang terkenal dengan ” Pulau Seribu Pura ” hal ini sudah terkenal sampai keseluruh dunia. Kebanyakan wisatawan domestik maupun mancanegara memilih mendatangi obyek wisata Pura untuk mengetahui kehidupan di Bali dan gaya hidup masyarakat Bali. Di Bali, pura difungsikan sebagai tempat beribadah bagi umat Hindu, tapi semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Bali, pura juga difungsikan sebagai Obyek Wisata yang wajib dikunjungi. Kebanyakan wisatawan datang ke pura untuk melihat cara beribadah umat Hindu atau untuk mencari suasana baru.

Dari banyaknya pura yang ada di Bali,  Pura Ulun Danu Beratan adalah salah satu pilihan yang cocok untuk para wisatawan. Di tempat ini anda dapat merasakan nuansa hijau dan tenang karena berada di pinggir Danau Beratan yang jernih dan bersih. Anda wajib mengunjungi pura ini karena dapat memberikan suasana yang berbeda yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Tentu untuk mencapai obyek wisata tersebut anda akan membutuhkan kendaraan, betulkan??? Jangan khawatir teman,, anda membaca artikel yang tepat karena terdapat banyak tempat ( Klik ) ⇒ Sewa Mobil di Bali dan juga Paket Perjalanan Wisata yang mungkin akan memenuhi hasrat anda didalam berlibur. 

Pura Ulundanu Beratan Bali

Pura Ulun Danu Beratan atau yang biasa disebut  Pura Ulun Danu, merupakan pura terbesar di Bali setelah Pura Besakih. Nama pura ini merujuk pada lokasinya yang berdiri di tepi Danau Beratan. Alamat pura ini berada di Jalan Bedugul – Singaraja, Candikuning, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191. Lokasi pura ini cukup istimewa karena berada di dataran tinggi Bedugul, yakni sekitar 1.239 meter di atas permukaan laut (dpl). Kondisi yang demikian membuat lingkungan pura cukup sejuk, dengan temperatur udara antara 18-22 derajat celcius. Selain itu, Danau Beratan yang asri bisa juga menambah suasana indah di tempat ini. 

Berkunjung ke Pura Ulun Danu Beratan, para wisatawan dapat menikmati keunikan pura dan lingkungan alam yang asri di sekitarnya. Suasana alam yang  asri, sejuk, dan udara yang bersih mulai terasa sejak wisatawan memasuki wilayah sekitar pura. Para pelancong kemudian akan melewati jalan setapak dan andapun akan dimanjakan dengan jalanan yang dihiasi bunga-bunga, hamparan rumput hijau, serta pepohonan cemara. Jalan setapak ini mengarah pada pintu masuk menuju pura  atau yang biasa di sebut Gapura.
Sebelum memasuki gapura, anda akan melihat bangunan stupa (Candi Buddha) yang hingga sekarang masih digunakan sebagai tempat ibadah. Tidak jauh dari areal pura, juga terdapat bangunan masjid sebagai tempat ibadah untuk umat muslim. Keberadaan stupa dan masjid ini mengingatkan kita betapa toleransi beragama sudah dipraktekkan sejak lama oleh masyarakat Bali. 

Memasuki Gapura area pura, anda akan melihat bangunan pura khas Bali yang dicirikan oleh menaranya yang bertingkat (Meru). Di dalam kompleks pura setidaknya terdapat beberapa bangunan bermenara yang memiliki atap bertingkat,  menara bertingkat tersebut menggambarkan pemujaan terhadap tiga dewa, yakni Dewa Wisnu (11 tingkat), Dewa Brahma (7 tingkat), dan Dewa Siwa (3 tingkat). Yang menarik, karena terletak di tepi danau yang agak rendah, membuat daratan di sekitar pura kerap tergenang air ketika debit air danau sedang meluap. Kondisi ini menciptakan pemandangan yang sangat indah, di mana kompleks pura dengan gugusan menara bertingkat-nya seolah-olah berada di tengah danau dan mengambang di tengah danau tersebut. Keadaan saat air meluap ini merupakan momen terbaik untuk memotret Pura Ulun Danu Beratan.

 

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan

 

Sejarah pendirian Pura Ulun Danu Beratan dapat diketahui pada salah satu kisah yang tertulis dalam Lontar Babad Mengwi. Dalam babad tersebut dituturkan mengenai seorang bangsawan bernama I Gusti Agung Putu yang mengalami kekalahan perang dari I Gusti Ngurah Batu Tumpeng. Untuk bangkit dari kekalahan tersebut, I Gusti Agung Putu bertapa di puncak Gunung Mangu hingga memperoleh kekuatan dan pencerahan. Selesai dari pertapaannya, ia mendirikan istana Belayu (Bela Ayu), kemudian kembali berperang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng dan memperoleh kemenangan. Setelah itu, I Gusti Agung Putu yang merupakan pendiri Kerajaan Mengwi ini mendirikan sebuah pura di tepi Danau Beratan yang kini dikenal sebagai Pura ulun Danu Beratan.

Dalam Lontar Babad Mengwi juga dikisahkan bahwa pendirian pura ini dilakukan kira-kira sebelum tahun 1556 Saka atau 1634 Masehi, atau sekitar satu tahun sebelum berdirinya Pura Taman Ayun, sebuah pura lain yang juga didirikan oleh I Gusti Agung Putu. Pendirian Pura Ulun Danu Beratan konon telah membuat  Kerajaan Mengwi dan rajanya mengalami masa keemasan, sehingga I Gusti Agung Putu dijuluki “I Gusti Agung Sakti” oleh rakyatnya.

Daya Tarik Pura Ulun Danu Beratan

Danau Beratan yang memiliki kedalaman hingga 23 meter ini. Wisatawan yang merasa tidak puas hanya dengan memandanginya saja dapat menyewa perahu tradisional atau perahu motor untuk mengelilingi danau. Atau, jika ingin suasana yang menantang ada berbagai permainan air, dapat pula menyewa permainan parasailing, banana boat, serta jetski. Untuk sekedar menghabiskan waktu, wisatawan juga bisa memancing didanau dengan menyewa perahu masyarakat setempat dan alat memancingnya pun sudah ada yang menyewakan. Apabila menginginkan suasana hutan dengan tanaman buah-buahan yang menggoda selera, wisatawan dapat menuju Kebun Raya Eka Karya yang terletak sekitar 300 meter dari Danau Beratan. 

Kebun Raya Eka Karya  

Kebun Raya Eka Karya  

Kebun Raya Bali adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di wilayah Kabupaten Tabanan, Bali, Indonesia. Kebun ini merupakan kebun raya pertama yang didirikan oleh putra bangsa Indonesia. Pengelolaannya dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan secara struktur organisasi berada di bawah pembinaan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor. Kebun ini didirikan pada 15 Juli 1959. Pada awalnya Kebun Raya Eka Karya Bali hanya diperuntukkan bagi tetumbuhan runjung. Seiring dengan perkembangan dan perubahan status serta luas kawasannya, kebun yang berada pada ketinggian 1.250–1.450 m dpl ini kini menjadi kawasan konservasi ex-situ bagi tumbuhan pegunungan tropika Kawasan Timur Indonesia.  Kebun Raya Bali memiliki beberapa koleksi tanaman yang dikelompokkan berdasarkan kekerabatannya. Selain dikoleksi, jenis–jenis tanaman tersebut juga diupayakan penelitian dan pengembangannya. Beberapa koleksi yang ada di antaranya mencakup Anggrek, Kaktus, Paku/pakis, Tanaman Karnivora,Koleksi Lumut, Begonia, Bambu,Tanaman Upacara Adat,Tanaman Obat, Bambu,Tanaman Air dan Palma.

TIKET MASUK DAN PARKIR

Daftar Tarif masuk Kebun Raya Bali sesuai dengan implementasi PP No. 32 Tahun 2016 mengenai Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di LIPI, maka per tanggal 1 November 2016 tiket masuk pengunjung Kebun Raya Bali sebagai berikut :

• Tiket Masuk Pengunjung Asing                   : Rp. 17.000,-

• Tiket Masuk Pengunjung Domestik          : Rp. 9.000,-

• Tiket Kendaraan Roda 4 Keliling Kebun : Rp. 11.000,-

• Tiket Parkir Kendaraan Roda 2                    : Rp. 3.000,-

• TIket Parkir Kendaraan Roda 4                    : Rp. 6.000,-

• Tiket Parkir Kendaraan Roda 6                     : Rp. 11.000,-

Note : Tiket masuk sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja Distribusi Pemkot

Pura Ulun Danu Beratan
Pura Ulundanu Beratan Bali

Selain Kebun Raya Bali Pura Ulun Danu Beratan telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang, seperti lahan parkir, taman bermain untuk anak, serta toilet. Taman bermain tersebut menyediakan berbagai sarana permainan, seperti ayunan, kursi putar, dan jungkat-jungkit. Di dekat taman bermain terdapat restoran yang benama De Danau Restaurant yang menyajikan aneka masakan. Restoran ini beralamat Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. biasanya akan penuh oleh pengunjung pada saat jam makan siang.

Wisatawan yang ingin mengelilingi danau dengan menyewa perahu dikenakan biaya Rp 25.000 untuk satu kali keliling, dengan waktu sekitar 20 menit. Sedangkan bagi Anda yang ingin memancing dapat menyewa peralatan pancing seharga Rp 5.000 dengan waktu pemakaian sepuasnya. Di sekitar pura juga terdapat jasa melukis wajah cepat, hanya dalam waktu 15 menit, dengan harga Rp 10.000,00 untuk tiap lukisan. Sekiranya wisatawan menginginkan membeli oleh-oleh, di utara areal pura terdapat pasar tradisional. Di pasar ini dijual berbagai hasil perkebunan, pertanian, kerajinan khas bali, serta hewan khas Bali, yakni anjing kintamani.

Ayo dong segera ke Bali dan kunungi Obyek wisata yang satu ini, pasti sangat menyenangkan, Bareng keluarga tambah seru nih !!! Gak Percaya ?? Coba Aja !!

Tiket Masuk Pura Ulun Danu Beratan

• Dewasa,            Rp 20.000 / orang.
• Anak,                  Rp 15.000 / anak.
• Parkir motor, Rp 2.000 / 1 motor.
• Parkir mobil,  Rp 5.000 / 1 mobil.
• Parkir bus,       Rp 10.000 / 1 bus.

Jangan kawatir jika anda inggin megunjungi kebun ini sambil mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan karena kami menyediakan Sewa Mobil dan Paket Tour Bali yang dapat menunjang liburan anda.

Peta Lokasi Pura Ulun Danu Beratan

Team Tiara Intan Bali Tours mengucapkan selamat berlibur dipulau dewata Bali.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *