objek wisata bali

Taman Ujung Karangasem – Bali

Bali merupakan surganya para traveler, wisatawan datang ke Bali entah itu dengan tujuan untuk menemukan hal yang baru atau untuk mencari tantangan dalam hidup. Banyak orang gemar datang ke Pulau Dewata Bali karena Bali memiliki nuansa yang berbeda dari yang lain seperti bangunan arsitekturnya yang memiliki ciri khas tersendiri, tata upacara keagamaan hindu yang sangat sakral, kehidupan antar umat beragama yang sangat harmonis. Salah satu yang disukai wisatawan asing maupun domestik datang ke Bali tentu karena masyarakat bali yang welcome, ramah tamah, bersahabat kepada siapapun. Tentu para wisatawan jika datang ke Bali pasti untuk mencari obyek wisata, betul kan? Saya akan memberi anda informasi tentang salah satu obyek wisata yang kini sedang ngehits di kalangan masyarakat, tepatnya di Kota Karangasem, bagian Bali Timur. Obyek itu adalah Taman Ujung Karangasem, Bali. 

Taman ujung
Taman Ujung Karangasem – Bali

 

Taman Ujung Karangasem – Bali

Taman Ujung atau Taman Sukasada adalah sebuah taman yang terdapat sebuah taman yang di tata sedemikian rupa sehingga bagus dipandang mata, dan berbagai bangunan kuno peninggalan Kerajaan Karangasem  . Taman Ujung merupakan salah satu obyek yang sedang menjadi trend untuk berfoto karena di tempat ini memiliki banyak angle view yang cocok untuk berfoto dan tentu dapat dijadikan sebagai lokasi yang instagramable juga.

Jika kalian ke Bali dan belum kesini, sayang sekali karena Taman Ujung Karangasem ini memiliki suasana yang asri dan indah. Maka dari itu taman ujung atau taman sukasada ini menjadi tempat favorit para wisatawan. Jika anda ke Bali dan ingin mengujungi Taman Ujung jangan khawatir ya guys…. di bali ada (klik)Sewa Mobil Bali dan juga Paket Perjalanan Wisata Bali yang sangat pas untuk kalian, dan tentu tidak terlalu menguras isi dompet kalian !!!… Berwisata boleh tapi ingat harus mengirit, Betul kan guys ???

Selain menikmati keindahan dari panorama Taman ujung tentu kalian ingin mencicipi makanan khas yang ada ditempat itu dan beristirahat akibat perjalanan yang sangat jauh. Saya dapat menyarankan anda jika anda sudah ada di wilayah Taman Ujung yaitu Taman Ujung Resort & Spa yang berlokasi di Jalan Raya Taman Ujung, Seraya, Karangasem, Bali. Maka lengkaplah kegiatan liburan anda.

Lokasi Taman Ujung Karangasem

Taman Ujung terletak di Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem. Jarak dari bandara sekitar 2 jam berkendaraan. Jarak dari pusat kota Denpasar.  Untuk mencapai tempat ini anda harus menggunakan kendaraan, karena jarak yang sangat jauh dan dapat menempuh waktu perjalanan yang cukup lama.

Tapi saya harap kalian tidak mengeluh, karena bisa dipastikan kalian tidak akan menyesal untuk datang ke Taman Ujung, dan tidak akan berpikiran bahwa kalian membuang waktu dengan sia – sia. Jika anda mempunyai atau menggandeng biro perjalanan maka bisa dijamin liburan kalian akan meninggalkan kesan yang menyenangkan.

Sejarah Taman Ujung 

Taman Ujung Karangasem dibangun oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Bagus Jelantik, yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Pada awalnya luasnya hampir 400 hektar, tetapi sekarang hanya tinggal sekitar 10 hektare. Kebanyakan tanah tersebut sudah dibagikan kepada masyarakat pada masa land reform. Taman ini adalah milik pribadi keluarga Puri Karangasem. Namun wisatawan pada umumnya diperbolehkan mengunjunginya, dan dapat belajar tentang adat istiadat disana.

Taman Ujung dibangun tahun 1909 atas perintah dari  Anak Agung Anglurah. Arsiteknya adalah orang Belanda bernama van Den Hentz dan orang Cina bernama Loto Ang. Pembangunan ini juga melibatkan seorang undagi (arsitek adat Bali). Taman Ujung sebenarnya adalah pengembangan dari kolam Dirah, Kolam yang telah dibangun tahun 1901, konon kolam ini difungsikan untuk menenggelamkan orang – orang jahat dan memiliki ilmu hitam.

Pembangunan Taman Ujung selesai tahun 1921. Pada tahun 1937, Taman Ujung Karangasem diresmikan dengan sebuah prasasti marmer yang ditulisi naskah dalam aksara Latin dan Bali dan dua bahasa, Melayu dan Bali. Tempat yang dibangun bisa digunakan sebagai tempat peristirahatan, bersemedi sang raja, dan menjamu tamu kerajaan.

Daya tarik Taman Ujung

Pada masa Hindia Belanda Taman Ujung dikenal dengan nama Waterpaleis atau “istana air”. Taman Ujung adalah obyek wisata di Bali Timur yang memiliki 3 kolam ikan yang sangat luas, serta berbagai bangunan yang merupakan peninggalan kuno dari kerajaan Karangasem. 

Taman Ujung Karangasem Bali
Photo Taman sukasada ujung dari sisi lain.

Kolam Ikan yang ada di sana 1 kolam berada di bagian selatan dan 2 kolam lainnya berada di bagian utara. Pada kolam bagian selatan, terdapat bangunan di tengah-tengah kolam yang disebut dengan Bale Bengong. Bangunan ini tidak memiliki tembok, hanya ada tiang beton untuk menopang atap dari bangunan ini. Dahulu bangunan ini digunakan untuk menjamu tamu-tamu kehormatan di kerajaan karangasem. Kolam di bagian utara lebih besar dibandingkan kolam di bagian selatan. Di tengah kolam ini terdapat sebuah jembatan untuk menyebrangi kolam ini. Di ujung jembatan tepatnya di tengah kolam bagian utara terdapat sebuah bangunan yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan para raja. Oleh masyarakat, bangunan ini disebut sebagai Istana Gantung karena  bangunan ini terlihat seperti menggantung.

Selain kolam ikan tersebut anda akan dimanjakan dengan tata letak tanaman yang sangat rapi dan indah. Yang menjadi icon di Taman Ujung ini saat anda menaiki puluhan anak tangga yang ada disana, pada saat dipuncak anda akan melihat sebuah bangunan yang hanya berupa pilar tua tanpa atap. Walaupun bangunan sederhana anda akan melihat keindahan alam nan asri di sekitar taman. Saat melihat itu dapat dipastikan kalian akan merasakan sebuah ketenangan, dan merasa semua beban yang ada sudah hilang.

Bangunan pilar ini terkesan unik sebagai sebuah peninggalan kuno, di tempat inilah sering dilakukan pemotretan pre-wedding. Jika anda ingin menikah, zaman sekarang pasti kalian memiliki planning untuk membuat foto pre-wedding. Tempat ini salah satu referensi dari saya, Coba saya !?.  Dari sini anda bisa bersantai menyaksikan keindahan alam sekitarnya, sampai keindahan puncak Gunung Bisbis di sebelah Timur.

Tiket Masuk Taman Ujung

Saat anda memasuki daerah obyek wisata Taman Ujung ada tentu dikenai tarif biaya untuk masuk ke area obyek wisata tersebut. Sebelumnya anda harus tahu pasti harga tiket di Taman Ujung.

Harga Tiket Masuk Kawasan Obyek Wisata Taman Ujung :

   Tiket masuk                  = Rp. 10.000,- /orang

   Tarif parkir mobil       = Rp. 5.000,- 

Peta Lokasi Taman Ujung Karangasem – Bali

Team Tiara Intan Bali Tours mengucapkan selamat berlibur di Pulau Dewata Bali.

Pura Ulun Danu Beratan Tabanan Bali

Pura Ulun Danu Beratan… Pulau Dewata Bali merupakan pulau yang terkenal dengan ” Pulau Seribu Pura ” hal ini sudah terkenal sampai keseluruh dunia. Kebanyakan wisatawan domestik maupun mancanegara memilih mendatangi obyek wisata Pura untuk mengetahui kehidupan di Bali dan gaya hidup masyarakat Bali. Di Bali, pura difungsikan sebagai tempat beribadah bagi umat Hindu, tapi semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Bali, pura juga difungsikan sebagai Obyek Wisata yang wajib dikunjungi. Kebanyakan wisatawan datang ke pura untuk melihat cara beribadah umat Hindu atau untuk mencari suasana baru.

Dari banyaknya pura yang ada di Bali,  Pura Ulun Danu Beratan adalah salah satu pilihan yang cocok untuk para wisatawan. Di tempat ini anda dapat merasakan nuansa hijau dan tenang karena berada di pinggir Danau Beratan yang jernih dan bersih. Anda wajib mengunjungi pura ini karena dapat memberikan suasana yang berbeda yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Tentu untuk mencapai obyek wisata tersebut anda akan membutuhkan kendaraan, betulkan??? Jangan khawatir teman,, anda membaca artikel yang tepat karena terdapat banyak tempat ( Klik ) ⇒ Sewa Mobil di Bali dan juga Paket Perjalanan Wisata yang mungkin akan memenuhi hasrat anda didalam berlibur. 

Pura Ulundanu Beratan Bali

Pura Ulun Danu Beratan atau yang biasa disebut  Pura Ulun Danu, merupakan pura terbesar di Bali setelah Pura Besakih. Nama pura ini merujuk pada lokasinya yang berdiri di tepi Danau Beratan. Alamat pura ini berada di Jalan Bedugul – Singaraja, Candikuning, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191. Lokasi pura ini cukup istimewa karena berada di dataran tinggi Bedugul, yakni sekitar 1.239 meter di atas permukaan laut (dpl). Kondisi yang demikian membuat lingkungan pura cukup sejuk, dengan temperatur udara antara 18-22 derajat celcius. Selain itu, Danau Beratan yang asri bisa juga menambah suasana indah di tempat ini. 

Berkunjung ke Pura Ulun Danu Beratan, para wisatawan dapat menikmati keunikan pura dan lingkungan alam yang asri di sekitarnya. Suasana alam yang  asri, sejuk, dan udara yang bersih mulai terasa sejak wisatawan memasuki wilayah sekitar pura. Para pelancong kemudian akan melewati jalan setapak dan andapun akan dimanjakan dengan jalanan yang dihiasi bunga-bunga, hamparan rumput hijau, serta pepohonan cemara. Jalan setapak ini mengarah pada pintu masuk menuju pura  atau yang biasa di sebut Gapura.
Sebelum memasuki gapura, anda akan melihat bangunan stupa (Candi Buddha) yang hingga sekarang masih digunakan sebagai tempat ibadah. Tidak jauh dari areal pura, juga terdapat bangunan masjid sebagai tempat ibadah untuk umat muslim. Keberadaan stupa dan masjid ini mengingatkan kita betapa toleransi beragama sudah dipraktekkan sejak lama oleh masyarakat Bali. 

Memasuki Gapura area pura, anda akan melihat bangunan pura khas Bali yang dicirikan oleh menaranya yang bertingkat (Meru). Di dalam kompleks pura setidaknya terdapat beberapa bangunan bermenara yang memiliki atap bertingkat,  menara bertingkat tersebut menggambarkan pemujaan terhadap tiga dewa, yakni Dewa Wisnu (11 tingkat), Dewa Brahma (7 tingkat), dan Dewa Siwa (3 tingkat). Yang menarik, karena terletak di tepi danau yang agak rendah, membuat daratan di sekitar pura kerap tergenang air ketika debit air danau sedang meluap. Kondisi ini menciptakan pemandangan yang sangat indah, di mana kompleks pura dengan gugusan menara bertingkat-nya seolah-olah berada di tengah danau dan mengambang di tengah danau tersebut. Keadaan saat air meluap ini merupakan momen terbaik untuk memotret Pura Ulun Danu Beratan.

 

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan

 

Sejarah pendirian Pura Ulun Danu Beratan dapat diketahui pada salah satu kisah yang tertulis dalam Lontar Babad Mengwi. Dalam babad tersebut dituturkan mengenai seorang bangsawan bernama I Gusti Agung Putu yang mengalami kekalahan perang dari I Gusti Ngurah Batu Tumpeng. Untuk bangkit dari kekalahan tersebut, I Gusti Agung Putu bertapa di puncak Gunung Mangu hingga memperoleh kekuatan dan pencerahan. Selesai dari pertapaannya, ia mendirikan istana Belayu (Bela Ayu), kemudian kembali berperang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng dan memperoleh kemenangan. Setelah itu, I Gusti Agung Putu yang merupakan pendiri Kerajaan Mengwi ini mendirikan sebuah pura di tepi Danau Beratan yang kini dikenal sebagai Pura ulun Danu Beratan.

Dalam Lontar Babad Mengwi juga dikisahkan bahwa pendirian pura ini dilakukan kira-kira sebelum tahun 1556 Saka atau 1634 Masehi, atau sekitar satu tahun sebelum berdirinya Pura Taman Ayun, sebuah pura lain yang juga didirikan oleh I Gusti Agung Putu. Pendirian Pura Ulun Danu Beratan konon telah membuat  Kerajaan Mengwi dan rajanya mengalami masa keemasan, sehingga I Gusti Agung Putu dijuluki “I Gusti Agung Sakti” oleh rakyatnya.

Daya Tarik Pura Ulun Danu Beratan

Danau Beratan yang memiliki kedalaman hingga 23 meter ini. Wisatawan yang merasa tidak puas hanya dengan memandanginya saja dapat menyewa perahu tradisional atau perahu motor untuk mengelilingi danau. Atau, jika ingin suasana yang menantang ada berbagai permainan air, dapat pula menyewa permainan parasailing, banana boat, serta jetski. Untuk sekedar menghabiskan waktu, wisatawan juga bisa memancing didanau dengan menyewa perahu masyarakat setempat dan alat memancingnya pun sudah ada yang menyewakan. Apabila menginginkan suasana hutan dengan tanaman buah-buahan yang menggoda selera, wisatawan dapat menuju Kebun Raya Eka Karya yang terletak sekitar 300 meter dari Danau Beratan. 

Kebun Raya Eka Karya  

Kebun Raya Eka Karya  

Kebun Raya Bali adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di wilayah Kabupaten Tabanan, Bali, Indonesia. Kebun ini merupakan kebun raya pertama yang didirikan oleh putra bangsa Indonesia. Pengelolaannya dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan secara struktur organisasi berada di bawah pembinaan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor. Kebun ini didirikan pada 15 Juli 1959. Pada awalnya Kebun Raya Eka Karya Bali hanya diperuntukkan bagi tetumbuhan runjung. Seiring dengan perkembangan dan perubahan status serta luas kawasannya, kebun yang berada pada ketinggian 1.250–1.450 m dpl ini kini menjadi kawasan konservasi ex-situ bagi tumbuhan pegunungan tropika Kawasan Timur Indonesia.  Kebun Raya Bali memiliki beberapa koleksi tanaman yang dikelompokkan berdasarkan kekerabatannya. Selain dikoleksi, jenis–jenis tanaman tersebut juga diupayakan penelitian dan pengembangannya. Beberapa koleksi yang ada di antaranya mencakup Anggrek, Kaktus, Paku/pakis, Tanaman Karnivora,Koleksi Lumut, Begonia, Bambu,Tanaman Upacara Adat,Tanaman Obat, Bambu,Tanaman Air dan Palma.

TIKET MASUK DAN PARKIR

Daftar Tarif masuk Kebun Raya Bali sesuai dengan implementasi PP No. 32 Tahun 2016 mengenai Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di LIPI, maka per tanggal 1 November 2016 tiket masuk pengunjung Kebun Raya Bali sebagai berikut :

• Tiket Masuk Pengunjung Asing                   : Rp. 17.000,-

• Tiket Masuk Pengunjung Domestik          : Rp. 9.000,-

• Tiket Kendaraan Roda 4 Keliling Kebun : Rp. 11.000,-

• Tiket Parkir Kendaraan Roda 2                    : Rp. 3.000,-

• TIket Parkir Kendaraan Roda 4                    : Rp. 6.000,-

• Tiket Parkir Kendaraan Roda 6                     : Rp. 11.000,-

Note : Tiket masuk sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja Distribusi Pemkot

Pura Ulun Danu Beratan
Pura Ulundanu Beratan Bali

Selain Kebun Raya Bali Pura Ulun Danu Beratan telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang, seperti lahan parkir, taman bermain untuk anak, serta toilet. Taman bermain tersebut menyediakan berbagai sarana permainan, seperti ayunan, kursi putar, dan jungkat-jungkit. Di dekat taman bermain terdapat restoran yang benama De Danau Restaurant yang menyajikan aneka masakan. Restoran ini beralamat Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. biasanya akan penuh oleh pengunjung pada saat jam makan siang.

Wisatawan yang ingin mengelilingi danau dengan menyewa perahu dikenakan biaya Rp 25.000 untuk satu kali keliling, dengan waktu sekitar 20 menit. Sedangkan bagi Anda yang ingin memancing dapat menyewa peralatan pancing seharga Rp 5.000 dengan waktu pemakaian sepuasnya. Di sekitar pura juga terdapat jasa melukis wajah cepat, hanya dalam waktu 15 menit, dengan harga Rp 10.000,00 untuk tiap lukisan. Sekiranya wisatawan menginginkan membeli oleh-oleh, di utara areal pura terdapat pasar tradisional. Di pasar ini dijual berbagai hasil perkebunan, pertanian, kerajinan khas bali, serta hewan khas Bali, yakni anjing kintamani.

Ayo dong segera ke Bali dan kunungi Obyek wisata yang satu ini, pasti sangat menyenangkan, Bareng keluarga tambah seru nih !!! Gak Percaya ?? Coba Aja !!

Tiket Masuk Pura Ulun Danu Beratan

• Dewasa,            Rp 20.000 / orang.
• Anak,                  Rp 15.000 / anak.
• Parkir motor, Rp 2.000 / 1 motor.
• Parkir mobil,  Rp 5.000 / 1 mobil.
• Parkir bus,       Rp 10.000 / 1 bus.

Jangan kawatir jika anda inggin megunjungi kebun ini sambil mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan karena kami menyediakan Sewa Mobil dan Paket Tour Bali yang dapat menunjang liburan anda.

Peta Lokasi Pura Ulun Danu Beratan

Team Tiara Intan Bali Tours mengucapkan selamat berlibur dipulau dewata Bali.

 

Pura Besakih Karangasem Bali

Banyak obyek wisata yang sekaligus digunakan sebagai tempat beribadah umat Hindu, Kali ini saya akan memberikan informasi mengenai pura terbesar dan termegah di Bali yaitu Pura Besakih karangasem Bali yang terletak di  kabupaten Karangasem. Karangasem dikenal dengan daerah pegunungannya. Oleh karena itu masyarakat Bali mempercayai dan menjadikan Gunung sebagai tempat yang paling tepat untuk mengistanakan Tuhan. 

Pura Besakih merupakan sebuah komplek pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura ini berada di ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Sehingga bisa dipastikan kawasan pura ini memiliki kesejukan yang sama dengan daerah puncak atau dataran tinggi lainnya. Selain anginnya yang sejuk, tempat ini memiliki daya tarik tersendiri seperti lingkungan yang nyaman, aman, bersih, tertata rapi. Juga masyarakat sekitar pura yang ramah dan bersahabat sebagaimana ciri khas masyarakat Bali pada umumnya. Tempat ini biasa didatangi oleh wisatwan lokal maupun mancanegara untuk mempelajari kehidupan keagamaan Hindu masyarakat Bali. Ada juga ingin mendapatkan kedamaiaan di hati mereka dengan melakukan yoga di tempat ini. Jadi jika datang ke Bali kalau belum mendatangi Pura ini maka serasa kurang lengkap karena belum merasakan aura magis pura ini. Disini juga terdapat pedagang cendramata yang dapat anda bawa sebagai oleh – oleh untuk keluarga anda.

Selain cendramata di kawasan Pura Besakih anda juga bisa menikmati makanan khas Bali. Juga tersedia akomodasi bagi anda jika ingin lebih lama berada di Besakih. Mahagiri Panoramic Resort & Restaurant yang berada di Jln. Surya Indah, Desa Rendang adalah salah satunya. Tentu anda membutuhkan jasa biro perjalanan. kami menyediakan sewa mobil  dan paket tour bali yang senantiasa melayani anda dengan sangat memuaskan selama anda berwisata ke Bali.

 

Pura Besakih

Arsitektur Bangunan Pura Besakih

Pura ini dijuluki sebagai ” Mother Temple “ di Bali karena merupakan pusat dari segala pura di Bali. Pura Besakih memiliki komplek pura yang terdiri dari 1 Pura Pusat ( Penataran Agung Besakih ) dan 18 Pura Pendamping (1 Pura Basukian dan 17 Pura Lainnya). Di areal Pura Basukian inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal munculnya Agama Hindu di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung adalah pura yang terbesar. Terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di komplek Pura Besakih. Di Pura Penataran Agung terdapat 3 arca atau candi utama simbol stana dari sifat Tuhan Tri Murti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur/Reinkarnasi. Pura Besakih masuk dalam daftar pengusulan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

Gunung Agung Bali

Untuk lebih jelasnya klik ⇒ Gunung Agung Bali

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan RendangKabupaten Karangasem, Bali, IndonesiaPura Besakih yang merupakan salah satu Pura terpenting di Bali, terletak di lereng gunung ini. Gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar. Dari puncak gunung Agung kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur, meskipun kedua gunung tertutup awan karena kedua puncak gunung tersebut berada di atas awan. Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat bersemayamnya para dewa, dan juga masyarakat mempercayai bahwa digunung ini terdapat istana dewata. Oleh karena itu, masyarakat bali menjadikan tempat ini sebagai tempat kramat yang disucikan.

Banyak wisatawan juga memilih wisata petualangan mendaki Gunung Agung di Bali selain memang karena memiliki jiwa pecinta alam, juga harus memiliki kondisi tubuh dan kesehatan prima. Gunung tertinggi di Bali ini memiliki ketinggian tinggi ± 3.044 meter dari permukaan laut, ketinggian awalnya 3.142 meter namun karena sebuah letusan dahsyat ketinggiannya menurun, sedangkan jika anda mendaki Gunung Agung hanya sampai pada puncak 2 saja, maka pendakian hanya mencapai 2.000 meter saja.

Trekking di Gunung Agung - Pura Besakih

Jika anda yang memiliki kemampuan mendaki, bisa memilih pendakian menuju puncak 1 atau hanya pada puncak 2 saja. Mendaki gunung memang akan memberikan pengalaman istimewa sepanjang liburan. mendaki Gunung Agung tidak hanya diminati oleh wisatawan asing, tetapi juga wisatawan domestik. Jika anda sudah mendaki gunung ini makan akan ada rasa bangga dan kagum akan keindahan alam yang diciptakan oleh tuhan, apalagi saat anda melihat sunrise atau sunset bila sudah dipuncak. Pasti anda setuju bukan ??? 

Harga Wisata Mendaki Gunung Agung Bali

  • Summit 1: Rp 1.200.000/orang di ketinggian 3.044 mdpl.
  • Summit 2: Rp 950.000/orang di ketinggian 2.000 mdpl

Syarat yang harus di ikuti saat mendaki :

  • Minimal reservasi 2 orang.
  • Termasuk; lampu penerangan (senter),  makan pagi, guide lokal.

Maka dari itu kami menyediakan sewa mobil bali yang akan mengantar anda dengan selamat sampai tujuan dan melayani dengan sangat memuaskan.

Oke kita kembali ke obyek wisata terkenal di Bali yaitu Pura Besakih !!!

Sejarah Pura Besakih

Dulu,  tempat sebelum dibangunnya Pura Besakih hanya terdapat kayu-kayuan dalam sebuah  hutan belantara.  Di suatu tempat di Jawa Timur yaitu di Gunung Rawang (Gunung Raung) ada seorang Yogi atau pertapa yang bernama Resi Markandeya.  Karena ketinggian ilmu bhatinnya, kesucian rohaninya, serta kecakapan dan kebijaksanaan beliau maka oleh rakyat, beliau diberi julukan Bhatara Giri Rawang. Kemudian beliau berangkat ke tanah Bali disertai pengikutnya yang berjumlah 8000 orang dengan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan. Sesampainya di tempat yang dituju, beliau memerintahkan pengikutnya agar mulai merambas hutan. Akan tetapi saat merabas hutan, banyak para pengiring Sang Yogi Markandeya yang sakit lalu meninggal. Ada juga yang mati dimakan binatang buas. Hal itu disebabkan karena perambahan hutan tidak didahului dengan upacara yadnya (bebanten / sesaji). 

Kemudian beliau  kembali ke Jawa untuk bertapa kembali. Lalu timbul niat kembali untuk melanjutkan merambas hutan tersebut. Pada suatu hari yang baik, beliau kembali berangkat ke tanah Bali. Kali ini beliau mengajak pengikutnya yang kedua berjumblah 4000 orang. Para Pandita dan para Rsi juga turut ikut dalam rombongan itu. Para pengikutnya membawa perlengkapan beserta alat-alat pertanian dan bibit tanaman untuk ditanam di tempat yang baru. Setelah tiba di tempat yang dituju, Rsi Markadeya segera melakukan tapa yoga semadi bersama-sama para yogi lainnya dan mempersembahkan upakara yadnya. Upacara yang dimaksud adalah Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya. Setelah upacara itu selesai, para pengikutnya disuruh bekerja melanjutkan perabasan hutan tersebut.  

PANCA DATU

Demikianlah pengikut Rsi Markandya yang berasal dari Desa Aga (penduduk lereng Gunung Rawung Jawa Timur) menetap di tempat itu sampai sekarang. Di tempat dimulainya perambasan hutan, Rsi Markandya menanam kendi (caratan) berisi air disertai 5 jenis logam yaitu emas, perak, tembaga, perunggu dan besi yang disebut Panca Datu serta permata Mirahadi (mirah yang utama) dengan disertai sarana upakara selengkapnya dan diperciki Tirta Pangentas (air suci).

Tempat menanam Panca Datu itu diberi nama Basuki yang artinya selamat. Kenapa demikian? Karena pada kedatangan Rsi Markandya yang kedua ini seluruhpengikutnya selamat tidak menemui hambatan atau bencana seperti yang dialami sebelumnya. Ditempat itu kemudian didirikan palinggih atau tempat suci. Dan lambat laun di tempat itu didirikan pura atau khayangan yang diberi nama Pura Basukian. Pura inilah yang menjadi cikal-bakal berdirinya pura –pura yang lain di komplek Pura Besakih. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pembangunan pura ditempat itu dimulai sejak Isaka 85 atau tahun 163 Masehi. Pembangunan kompleks pura di Pura Besakih sifatnya bertahap dan berkelanjutan disertai usaha pemugaran dan perbaikan yang dilakukan secara terus menerus dari masa ke masa.

Tiket Masuk Obyek Wisata

Untuk menuju obyek wisata Pura Besakih ada pungutan liar yang dilakukan pemuda dari desa sekitar pura. Di pintu masuk pura pengunjung sudah dikenakan biaya tiket masuk resmi sebesar Rp 15 ribu per orang dan Rp 5 ribu untuk kendaraan roda empat. Tapi, ketika melewati sebuah pos, pengunjung kembali dimintai sejumlah uang. Dalihnya sebagai uang kebersihan dan jasa pemandu. Biasanya turis asing dimintai biaya tambahan 50 dollar AS, sementara turis lokal dimintai uang sebesar 200.000 rupiah. Maka kami sarankan anda berkunjung ke Pura Besakih bersama pemandu wisata. Tiara Intan Bali Tours adalah mitra perjalanan yang paling tepat.

Di samping obyek Pura Besakih ada beberapa obyek yang bisa anda kunjungi pada waktu perjalanan menuruni jalan seperti Bukit Jambul, dan lain sebagainya.

Bagi kalian yang suka berekreasi dan ingin update sosmed kalian. Ayooo !! Datang ke Pura Besakih dan nikmati daya tarik yang ada disana. Kalian tidak ingin dibilang kudet kan ??? pastinya gak kan ??? 

Peta Lokasi Pura Besakih Karangasem – Bali